Jumlah Paparan Halaman

Jumaat, 25 November 2011

JihaD di jalan Allah

Makna Jihad
 


Jihad berasal dari kata jahada-yajhadu-juhdan yang maknanya kesukaran, daya dan tenaga yang dicurahkan untuk mencapai sesuatu baik dengan lisan atau perbuatan. Jalan Allah dalam Bahasa Arab disebut sabilullah yang berarti setiap perbuatan yang ikhlas yang dilakukan seorang muslim dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagian ulama mendefinisikan jihad sebagai : mengerahkan daya upaya dalam memerangi kaum kafir setelah mengajak mereka masuk Islam dan enggan membayar jizyah (pajak).[1] Pengertian inilah yang dimaksud dalam konteks Islam dari makna jihad yang terdapat dalam al-Qur'an dan hadis-hadis Rasulullah. Namun tidak selamanya jihad diartikan sebagai perang melawan kaum kafir dalam bentuk fisik. Tetapi jihad dalam arti yang lebih luas mencakup semua aspek dan daya seorang muslim dalam menghadapi musuh-musuhnya untuk mencapai cita-cita yang digariskan oleh al-Quran. “Musuh-musuh” yang dimaksudkan di sini adalah meliputi musuh dari dalam manusia itu sendiri seperti jihad melawan jiwa kita dengan membersihkannya dan menyucikan hati dari sifat-sifat yang rendah dan keji untuk diisi dengan sifat-sifat yang mulia dan terpuji; jihad melawan setan dengan melawan bisikannya di dalam hati yang senantiasa mengajak melakukan perbuatan maksiat dan mungkar.

Al-Kasani mengartikan jihad sebagai upaya mengerahkan segala upaya dan kemampuan dalam perang di jalan Allah dengan jiwa, harta atau lisan; dan hal itu dilakukan sampai batas tertinggi.[2]

Di dalam al-Qur'an dan hadis-hadis Rasul terdapat kata-kata jihad yang mengandung arti lebih luas dan lebih umum dari makna perang melawan kaum kafir sebagaimana firman Allah SWT :

فَلاَ تُطِعِ الكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَاداً كَبِيراً

"maka janganlah kamu mengikuti orang orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur'an dengan jihad yang besar". (al-Furqan, 52)

Ibnu Abbas menafsirkan (وجاهدهم به) yaitu berjihad dengan al-Qur'an[3]

Rasulullah juga bersabda ketika seorang sahabatnya meminta kepada Rasulullah untuk ikut jihad bersamanya . Beliau bertanya:

"Apakah kamu masih mempunyai orang tua?". Sahabat berkata, "iya". Kemudian Rasulullah bersabda, "maka berjihadlah (bersunguh-sungguhlah kamu) dalam menjaga dan memelihara orang tuamu" (HR. al-Bukhari, 10/403 dan Muslim, 4/1975).

Hukum Jihad
Jihad di jalan Allah hukumnya wajib kifayah yaitu jika dilakukan oleh sebagian orang muslim maka jatuhlah kewajiban tesebut bagi yang lainnya.[4] Namun kewajiban jihad tersebut akan menjadi wajib 'ain (menjadi wajib atas setiap orang muslim) dalam kondisi kondisi tertentu, diantaranya:

1. Jika sudah masuk dalam medan perang. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَار. وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

"Hai orang orang yang beriman apabila kamu bertemu dengan orang orang yang kafir yang sedang menyerangmu maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)". (al-Anfal 15)

2. Jika musuh sudah masuk ke negeri umat Islam maka wajiblah warganya untuk memerangi kaum kafir tersebut. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

"hai orang orang yang beriman perangilah orang orang kafir yang disekitar kamu itu dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang orang bertaqwa".(at-Taubah, 123)

Hikmah Pensyariatan Jihad

Dari beberapa ayat yang mengandung seruan untuk berjihad terdapat beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari pensyariatan jihad, diantaranya :

1. Menegakkan syariat dan agama Allah diatas bumi ini, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ketika ditanya oleh sahabat mengenai orang orang yang berperang demi harta rampasan dan orang-orang yang berperang untuk disebut-sebut (sebagai pahlawan) dan untuk memperlihatkan kedudukannya, maka siapakah diantara mereka yang berada di jalan Allah. Rasulullah menjawab, "barang siapa yang berperang demi menegakkan kalimat allah maka dialah di jalan allah".

2. Sebagai pertolongan untuk orang orang yang dizalimi dan tertindas sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nisa' ayat 75 yang berbunyi, "mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, 'ya Tuhan kami keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau'" .

Keutamaan Jihad

Banyak sekali ayat al-Qur'an dan hadis Rasul yang menerangkan keutamaan dan kelebihan berperang di jalan Allah. Ia merupakan salah satu kunci menuju surga yang menjadi idaman setiap muslim. Allah SWT telah menjanjikannya melalui Rasul-Nya bagi mereka yang berjihad di jalan-Nya sebagai balasan atas pengorbanan jiwa dan harta mereka dalam menegakkan kalimat Allah SWT.

Allah berfirman dalam surat as-Shaff yang bunyinya, ''Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik di dalam surga dan itulah keberuntungan yang besar". (as-Shaff, 11-12)

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, "ya Rasulullah, tunjukilah kepadaku suatu amal yang dapat menandingi jihad'. Rasulullah menjawab, "saya tidak mendapatkannya". Kemudian beliau berkata, "apakah kamu sanggup ketika mujahid pergi untuk berperang lantas kamu masuk masjid sehingga kamu melaksanakan shalat tanpa merasa letih dan berpuasa tanpa berbuka hingga dia kembali?". Sahabat menjawab, "siapa yang sanggup melakukan hal itu?". (HR. Bukhari, 6/2785).

Penutup

Ketahuilah bahwa sesungguhya kematian itu adalah sesuatu yang pasti. Ia hanya terjadi sekali. Seandainya kita jadikan kematian itu di jalan-Nya maka itulah keuntungan dunia dan akhirat dan ketahuilah sesungguhnya kalian tidak akan tertimpa sesuatu kecuali apa yang telah Allah tentukan

Jumaat, 18 November 2011

kaS!h ibu




Orang kata aku lahir dari perut ibu..

Bila dahaga, yang susukan aku.. ibu
Bila lapar, yang suapkan aku..ibu
Bila keseorangan, yang sentiasa di sampingku.. ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut.. Bu!
Bila bangun tidur, aku cari.. ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ..ibu
Bila nak bermanja… aku dekati ibu
Bila nak bergesel… aku duduk sebelah ibu
Bila sedih, yang boleh memujukku hanya ibu
Bila nakal, yang memarahi aku… ibu
Bila merajuk… yang memujukku cuma..ibu
Bila melakukan kesalahan… yang paling cepat
marah..ibu
Bila takut… yang tenangkan aku.. ibu
Bila nak peluk… yang aku suka peluk..ibu
Aku selalu teringatkan ..Ibu
Bila sedih, aku mesti talipon… Ibu

Bila seronok… orang pertama aku nak beritahu… Ibu
Bila bengang.. aku suka luah pada ..Ibu
Bila takut, aku selalu panggil.. “ibuuuuuuuuuuuuu! “
Bila sakit, orang paling risau adalah ..Ibu
Bila nak exam, orang palin g sibuk juga Ibu
Bila buat hal, yang marah aku dulu..Ibu
Bila ada masalah, yang paling risau.. Ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. Ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. . Ibu
Yang selalu simpan dan kemaskan barang-barang aku, Ibu
Yang selalu berleter kat aku.. Ibu
Yang selalu puji aku.. Ibu
Yang selalu nasihat aku.. Ibu
Bila nak kahwin..
Orang pertama aku tunjuk dan rujuk… Ibu
Aku ada pasangan hidup sendiri
Bila seronok… aku cari pasanganku

Bila sedih… aku cari Ibu
Bila berjaya… aku ceritakan pada pasanganku
Bila gagal… aku ceritakan pada Ibu
Bila bahagia, aku peluk erat pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat Ibuku
Bila nak bercuti… aku bawa pasanganku
Bila sibuk… aku hantar anak ke rumah Ibu
Bila sambut valentine… Aku hadiahi bunga pada
pasanganku
Bila sambut hari ibu… aku cuma dapat ucapkan Selamat
Hari Ibu
Selalu… aku ingat pasanganku
Selalu… Ibu ingat kat aku
Bila..bila… aku akan talipon pasanganku
Entah bila.. aku nak talipon Ibu
Selalu… aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila…. aku nak belikan hadiah untuk Ibuku
Renungkan:
Dulu Ibu kata: “Kalau kamu sudah habis belajar dan
berkerja… bolehkah kamu kirim wang untuk Ibu? Ibu

bukan nak banyak… lima puluh ringgit sebulan pun
cukuplah”.
Berderai air mata. Hari ini kalau Ibu mahu lima ratus
sebulan pun aku mampu. Aku boleh kirimkan. Tapi Ibu
sudah tiada.

renungkanlah=)

15 ciR! waniTa syUrga




1. Bertakwa.

2. Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik mahupun yang buruk.

3. Bersaksi bahawa tiada yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan solat, menunaikan zakat, berpuasa bulan Ramadan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.

4. Ihsan, iaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahawa Allah melihat dirinya.

5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap azab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya dan bersabar atas segala takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6. Gemar membaca al-Quran dan berusaha memahaminya, berzikir mengingati Allah ketika sendiri atau bersama orang dan sentiasa berdoa kepada Allah.

7. Menghidupkan amar makruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap haiwan ternakan yang dimiliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang menzaliminya.

10. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.

11. Menjaga lisannya daripada perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

14. Berbakti kepada kedua-dua orang tua.

15. Menyambung silaturahim dengan keluarganya, sahabat terdekat dan jauh.

petua imam syafie'e

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

  • Empat perkara menguatkan badan
1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas
  • Empat perkara melemahkan badan
1. banyak berkelamin (bersetubuh)
2. selalu cemas
3. banyak minum air ketika makan
4. banyak makan bahan yang masam
  • Empat perkara menajamkan mata
1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
3. memandang yang hijau
4. berpakaian bersih
  • Empat perkara merosakkan mata
1. memandang najis
2. melihat orang dibunuh
3. melihat kemaluan
4. membelakangi kiblat
  • Empat perkara menajamkan fikiran
1. tidak banyak berbual kosong
2. rajin bersugi (gosok gigi)
3. bercakap dengan orang soleh
4. bergaul dengan para ulama
  • 4 CARA TIDUR
1. TIDUR PARA NABITidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit danbumi.
2. TIDUR PARA ULAMA' & AHLI IBADAHMiring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga untuk solatmalam.
3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBAMiring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyakdimakan.
4. TIDUR SYAITANMenelungkup/tiarap seperti tidurnya ahli neraka.
* Kalau ada kesudian .. Tolong sebarkan maklumat ini kepada saudara Muslim - Muslimat yang lain agar menjadi amalan kepada kita semua. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yangmengajarnya meskipun dia sudah mati.

menjauhi bisikan syaitan


Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:”Syaitan akan menghantar tentera-tenteranya untuk memfitnah manusia, manusia yang lebih tinggi kedudukan akan mendapat fitnah syaitan yang lebih hebat. Syaitan akan datang kepada seseorang kamu dan berkata:”Siapakah yang telah menjadikan kejadian ini? Siapakah yang telah menjadikan kejadian ini ? Sehingga syaitan akan berkata:” Siapakah yang telah menjadikan Tuhan kamu?” Apabila perkara ini berlaku kepada kamu maka mintalah perlindungan dengan Allah daripada syaitan yang direjam.”